Langsung ke konten utama

Nanti

Akan ada apa nanti?
Apakah akan masih ada kita?

Aku selalu tidak mampu mengucapkan selamat tinggal
Masa lalu telah mengkristal jadi lembaran-lembaran halaman kehidupan
yang belum ingin ku lanjutkan

Sekarang Dia mungkin jadi wanita yang paling bahagia 
Aku telah berhasil Dia kubur dalam-dalam
Merasa jadi wanita yang paling hina, tak punya muka
Wanita yang selalu ingin kau buang jauh-jauh saat bersama Dia

Lalu sekarang aku harus melupakan kita
Mencoba selalu tertawa dengan cerita mu dan Dia
Mencoba tertawa setiap melewati kerumunan masa yang selalu berdoa untuk kita

Sayang yang keluar dari dirimu tak lebih dari sebuah kata yang tak bermakna
Kau bilang juga tak ingin pergi
Tapi kau terasa asing

Aku makin tidak tau apakah masih ada kita ...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




Benang Kusut

Menjalani hidup menguntai benang kusut, mencoba menulusuri setiap inci agar bisa di gulung dengan rapi. Namun perasaan sedih datang merasa ingin mengganti, lelah memperbaiki. Komentar datang silih berganti, menusuk hati, memecah hari, menjadikan lari sebagai pengganti, menepi..
Tapi hati tak bisa dibohongi, tak bisa pergi. Cukup kutub-kutub kusut yang di pangkas pergi, dan benang bisa disambung lagi. 
Tak ada yang hilang cuma sejenak menepi, tak ada yang hancur cuma sedikit lelah, tak ada yang pecah berpisah cuma sedikit jenuh dan membuat jarak. 
Pada akhirnya diri akan mengarah sendiri kepada hati dimana ia seharusnya pulang.  Tak ada yang salah pada takdir, tak ada yang salah dengan perasaan, kita hanya terlalu masuk dalam labirin pikiran yang membingungkan. 
 Gulung lagi yang rapi sambungan demi sambungan itu. Sederhanakan saja katanya,,

Terinspirasi Hatimu