Langsung ke konten utama

Hening

tapi tak pantas jika kau terlena di titik nyaman di sudut sana...

aku bukan cenayang, kau bukan, dan kita bukan, tak ada yang bisa memastikan esok akan hadir disini atau disana...

tak ada salahnya melangkah ke sudut lain yang menurutmu tidak nyaman, karna tidak nyaman itu tumbuh kawan

hidup itu pilihan, berdiam diri di kenyamanan pun adalah pilihan jika memang kau ingin terus hidup tapi tidak tumbuh bersemi

bukan masalah tempat berpijaknya kaki namun kekuatan hati untuk selalu bergerak ke tempat yang lebih tinggi...

bukankah kau punya cita untuk terus menulis kisah hidupmu... bukan malah berhenti dan terjebak dalam kasus-kasus emosi yang kau buat sendiri

aku hanya bisa berdoa semoga kau tak terlena dengan kenyamanan itu, atau apa aku harus berdoa agar kau tidak menjadikan kegalauan ini sebagai titik kenyamanan, 

sehingga hening, 

tanpa gerak

Sebuah komentar sekaligus sebuah surat untukmu teman, tapi tak kupastikan kau mengerti, hanya berharap kau sadar dengan langkahmu saat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




Benang Kusut

Menjalani hidup menguntai benang kusut, mencoba menulusuri setiap inci agar bisa di gulung dengan rapi. Namun perasaan sedih datang merasa ingin mengganti, lelah memperbaiki. Komentar datang silih berganti, menusuk hati, memecah hari, menjadikan lari sebagai pengganti, menepi..
Tapi hati tak bisa dibohongi, tak bisa pergi. Cukup kutub-kutub kusut yang di pangkas pergi, dan benang bisa disambung lagi. 
Tak ada yang hilang cuma sejenak menepi, tak ada yang hancur cuma sedikit lelah, tak ada yang pecah berpisah cuma sedikit jenuh dan membuat jarak. 
Pada akhirnya diri akan mengarah sendiri kepada hati dimana ia seharusnya pulang.  Tak ada yang salah pada takdir, tak ada yang salah dengan perasaan, kita hanya terlalu masuk dalam labirin pikiran yang membingungkan. 
 Gulung lagi yang rapi sambungan demi sambungan itu. Sederhanakan saja katanya,,

Terinspirasi Hatimu