Langsung ke konten utama

Kangen

Kemaren sore seperti biasanya aku berjalan menyusuri gang sempit setelah keluar dari stasiun kereta. Kiri jalan ada penjual tas yang tengah sibuk menawarkan dagangannya. 

Tak ada yang istimewa hanya ada seorang bapak berpakaian seragam biru dongker tengah asik melihat sebuah tas berwarna pink. 

Tatapannya begitu khas. Khas seorang bapak yang sedang ingin memberikan sesuatu kepada anaknya. Kerutan di dahinya mengisaratkan banyak hal. 

Aku segera melanjutkan perjalanan, memalingkan wajah dan meninggalkan wajah itu. 

I Love You Papa

Apapun yang sudah dan akan kita lalui, engkau tetap Papa untukku...

Selamat hari ayah 15/06/2014


Komentar

Pos populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




Berhenti

Kecewaku mengalir deras ke muara lepas ke lautan,
kemudian pecah menghantam pinggiran karang
hingga tak ada lagi yang bisa terucap,
sirna bersama buih di tepi pantai 

Mulai hari ini aku berhenti...