Langsung ke konten utama

Jiwa yang Bukan Peminta

Tadi setelah turun kereta aku mampir di kembang tahu, tiba2 ada anak kecil mendekat dan bilang "mbak aku juga mau" aku pastikan dia siapa, aku tanya lagi "bener mau?" Dia jawab "nggak deh, mau nasi goreng aja" aku bilang, "Mana? Nggak ada yang jual nasi goreng". Dia jawab, "Itu ada disana". Aku bilang, "Tunggu ya"...
Dia medekat ke seorang ibu yang sepertinya tidak suka dengan apa yang ia lakukan...
Kemudian ia minta duit ke orang di sebelahku, dia dapat 5rb...
Lalu di tempat yang sama aku beli sari kacang hijau, aku kasih ke dia, Dia bilang, "Makasi" dengan wajah yang sangat bahagia, Tapi tak sedikitpun terucap terima kasih dari mulut ibunya, Menatapku saja tidak...
Rasanya ingin aku ajak anak itu ngobrol dan bilang, "Dek, kamu bukan peminta-minta, kamu bisa jadi sukses dan kaya raya dan membantu orang lain karena kamu bukan pengemis"
Seakan dia tau apa yang ada di pikiranku, kenapa dia nggak minta duit ke aku kayak yang dia lakukan ke orang lain, dia malah minta nasi goreng... Semoga ibunya paham... Dan tak mengekploitasi anaknya lagi, Kalau mau ngemis pergi lah ngemis, jangan suruh anak dan dia nungguin di ujung jalan...
****
visit

Komentar

Pos populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




Berhenti

Kecewaku mengalir deras ke muara lepas ke lautan,
kemudian pecah menghantam pinggiran karang
hingga tak ada lagi yang bisa terucap,
sirna bersama buih di tepi pantai 

Mulai hari ini aku berhenti...