Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari 2014

Kekuatan Cinta

Lagi-lagi cerita di kereta...
Pagi ini aku naik kereta gerbong 4, tidak biasa... sedang tidak ingin terburu-buru dan duduk d gerbong paling depan. Duduk di sebelahku sepasang nenek dan kakek yang sedang sibuk bicara, bercanda dan tertawa bersama. Alangkah bahagianya mereka. Setelah setengah perjalanan kakek itu berdiri di depan nenek dan sambil tersenyum berkata kepadaku "dia ngk kuat kena angin". Oh.. romantis sekali kakek ini, berusaha menghalangi angin dari AC mengenai tubuh nenek, padahal dia sendiri kedinginan. 
jangan remehkan kekuatan cinta.. hihi :)

Tak Lelah Bersemi

Mekarmu tak pernah lelah bersemi...
semakin kuat pagarmu semakin kuat harumnya
semakin besar jubah penutupmu semakin besar mekarnya
semakin keras usahamu untuk merendahkan semakin keras warnanya

Hidup itu proses bukan hasil, maka bersabarlah
jalanmu tak kan sama dengan yang lain karna kau bukan pengikut
pesonamu tak kan sama dengan yang lain karna cetakannya berbeda

Ya... Mekarmu tak pernah lelah bersemi...
sampai kau tau
sampai kau paham
sampai kapanpun juga
hanya butuh peduli, pada diri, pada orang lain

Tajamkan hati, bukan sebagai senjata menghina diri, tapi pahat yang mempercantik diri...
sehingga pada akhirnya mekarmu terus bersemi...

~pinch of word for you, dear friend~
*sesaat setelah kau mengganti PP kemaren

Hening

tapi tak pantas jika kau terlena di titik nyaman di sudut sana...

aku bukan cenayang, kau bukan, dan kita bukan, tak ada yang bisa memastikan esok akan hadir disini atau disana...

tak ada salahnya melangkah ke sudut lain yang menurutmu tidak nyaman, karna tidak nyaman itu tumbuh kawan

hidup itu pilihan, berdiam diri di kenyamanan pun adalah pilihan jika memang kau ingin terus hidup tapi tidak tumbuh bersemi

bukan masalah tempat berpijaknya kaki namun kekuatan hati untuk selalu bergerak ke tempat yang lebih tinggi...

bukankah kau punya cita untuk terus menulis kisah hidupmu... bukan malah berhenti dan terjebak dalam kasus-kasus emosi yang kau buat sendiri

aku hanya bisa berdoa semoga kau tak terlena dengan kenyamanan itu, atau apa aku harus berdoa agar kau tidak menjadikan kegalauan ini sebagai titik kenyamanan, 

sehingga hening, 

tanpa gerak

Sebuah komentar sekaligus sebuah surat untukmu teman, tapi tak kupastikan kau mengerti, hanya berharap kau sadar dengan langkahmu saat ini.

Kangen

Kemaren sore seperti biasanya aku berjalan menyusuri gang sempit setelah keluar dari stasiun kereta. Kiri jalan ada penjual tas yang tengah sibuk menawarkan dagangannya. 
Tak ada yang istimewa hanya ada seorang bapak berpakaian seragam biru dongker tengah asik melihat sebuah tas berwarna pink. 
Tatapannya begitu khas. Khas seorang bapak yang sedang ingin memberikan sesuatu kepada anaknya. Kerutan di dahinya mengisaratkan banyak hal. 
Aku segera melanjutkan perjalanan, memalingkan wajah dan meninggalkan wajah itu. 
I Love You Papa
Apapun yang sudah dan akan kita lalui, engkau tetap Papa untukku...
Selamat hari ayah 15/06/2014

Jiwa yang Bukan Peminta

Tadi setelah turun kereta aku mampir di kembang tahu, tiba2 ada anak kecil mendekat dan bilang "mbak aku juga mau" aku pastikan dia siapa, aku tanya lagi "bener mau?" Dia jawab "nggak deh, mau nasi goreng aja" aku bilang, "Mana? Nggak ada yang jual nasi goreng". Dia jawab, "Itu ada disana". Aku bilang, "Tunggu ya"... Dia medekat ke seorang ibu yang sepertinya tidak suka dengan apa yang ia lakukan... Kemudian ia minta duit ke orang di sebelahku, dia dapat 5rb... Lalu di tempat yang sama aku beli sari kacang hijau, aku kasih ke dia, Dia bilang, "Makasi" dengan wajah yang sangat bahagia, Tapi tak sedikitpun terucap terima kasih dari mulut ibunya, Menatapku saja tidak... Rasanya ingin aku ajak anak itu ngobrol dan bilang, "Dek, kamu bukan peminta-minta, kamu bisa jadi sukses dan kaya raya dan membantu orang lain karena kamu bukan pengemis" Seakan dia tau apa yang ada di pikiranku, kenapa dia nggak minta duit …