Langsung ke konten utama

Segera Aku

Saat ini aku terlelap
Terlelap untuk bisa bangun
Bangun dari mimpi yang indah
Bangun dengan lebih segar dan cemerlang
Bangun dengan senyum paling riang
Saat ini aku jatuh
Jatuh itu untuk membantu aku bangkit
Bangkit dari keterpurukan
Bangkit dengan gagah
Bangkit lebih tinggi
Saat ini aku berhenti
Berhenti untuk mulai berjalan
Berjalan ke depan
Berjalan dengan penuh harapan
Berjalan terus menuju kesempurnaan
Aku mungkin terlalu lama bermain dalam mimpi
Terlalu lama bangkit
Terlalu lama berhenti di sini
Memang lama
Namun segera aku akan bangun
Aku akan segera bangkit
Aku akan segera berjalan
Hidup memang tak harus berlari
Tak harus selalu pasti
Biarkan hidup berjalan melewati
Tanpa harus kehilangan arti
By viola

Komentar

  1. ayo bangkit.... manjada wajada... segala yg hancur masih bisa di bangun kembali

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.