Langsung ke konten utama

Pahit Manis dalam Asa

Apa yang kau tahu tentang rasa pahit?
Pahit biasanya tak diinginkan
Pahit lebih banyak dihindari
Pahit bahkan ditakuti
Namun pahit mengandung banyak arti

Pahitnya sebuah perjuangan
Pahitnya sebuah penantian
Pahitnya sebuah penerimaan

Pahit bukan rasa yang tak patut dirasa
Pahit ada karna ingin mengajarkanmu suatu rasa
Rasa yang begitu inginkan
Rasa yang begitu banyak dipuja
Rasa bahagia

Tak bisa manis dirasa jika tak ada pahit yang mendampinginya
Tak ada yang tahu apa itu manis jika tak ada pahit sebagai temannya

Pahit...manis...
Tak akan ada habisnya
Tak akan pernah berpisah
Begitu juga rasa yang tak akan pernah hilang dari semesta
Menemani setiap langkah yang ada
Menjalani setiap pahit dalam asa
Dan menghargai setiap manis yang tak terkira


By viola

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.