Langsung ke konten utama

Judulnya Cuma Curhat

Memang tidak nyaman jika ada seseorang yang menunjukkan ekspresi aneh pada keputusan kita. Aneh itu seperti "bego lu" "apaan sih kok bisa-bisanya begitu" "itu salah tau!"
Keputusan itu diambil bukan untuk disesali. Akan terasa lebih aneh lagi jika yang menyesali malahan orang lain dan yang mengambil keputusan malah tersenyum bahagia.
Intinya cuma ingin bilang "mungkin di luar sana aku bisa mendapatkan semua yang orang lain mau, semua yang bisa membuat semua orang bangga. Namun disini ada dua orang tua yang membutuhkan aku agar berperan sebagai anak"
Setiap orang tentunya punya pandangan yang berbeda. Selalu ingat tak ada salah dan benar.

love u all

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.