Langsung ke konten utama

Ajarkan aku

Tuhan,,, saat aku berada dalam kesulitan Kau hadirkan begitu banyak kebahagiaan untuk menggantikannya
Saat aku tidak suka Kau hadirkan hal itu kepadaku sehingga aku belajar mengendalikan diriku
Saat aku tidak ingin berada disana Kau kunci aku disana sehingga aku belajar untuk menerimanya
Saat aku benci Kau hadapkan aku dengan hal itu sehingga aku belajar menghadapinya
Saat aku tidak ingin melakukannya Kau tempatkan aku dimana aku tidak bisa memilih sehingga aku belajar betapa besar manfaat hal itu
Saat tidak ada satu orang pun yang suka Kau dekatkan aku sehingga aku belajar untuk menerima sebuah perbedaan
Sekarang saat aku disini ajarkanlah aku untuk tulus 
Walaupun ketulusan itu tidak berbalik padaku
Tetap ajarkan aku untuk tulus...

Aku pikir cinta dan ketulusan tidak pernah salah, yang salah adalah saat ada manipulasi di dalamnya. Aku yakin semua ini telah dirancang oleh Tuhan dengan cintaNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.