Langsung ke konten utama

Gerimis Romantis di Hari Minggu

Kenapa aku sebut air yang turun ini "gerimis romantis", aku juga tidak mengerti. Gerimis kali ini sebenarnya mengandung sejuta makna. Ada senang, marah, sakit hati bahkan mungkin cinta. Tentu saja bagi setiap orang ada arti yang berbeda terhadap air yang turun pagi ini. Pikirku tidak ada yang salah dengan itu. Semua orang berhak mengartikan setiap kejadian dalam hidupnya sesuai dengan keyakinannya. 

Sejujurnya aku juga bingung dengan apa yang aku tulis pagi ini. Mungkin karena perasaan jengkel melihat orang lain yang menurutku salah. Kembali lagi itu menurut aku. Aku tahu rasanya jadi mereka. Mereka yang takut, yang risih, yang benci. Namun aku juga bisa berada di posisi teman yang dibenci, dijauhi, menurut mereka apakah menjadi seperti itu enak? Aku memang bilang merasa tidak nyaman. Tapi jika aku berada di posisi orang itu, sepertinya aku akan melakukan hal yang lebih ekstrim. 

Aku hanya merasa setiap orang punya hak yang sama di dunia ini. Bahkan di akhirat kelak. Hak untuk mencintai dan dicintai, untuk mengasihi dan dikasihi. Tidak salah bukan jika aku memilih untuk bersikap positif kepada semua orang. Memang cuma itu yang bisa aku lakukan saat ini. Setidaknya aku tidak mau menyakiti perasaan orang lain. Karena aku tidak suka hal itu. 

Baru saja aku akan menekan "publikasikan", dan gerimis itu pun pergi. Aku putuskan untuk berada disini. Tidak pada salah satu pihak. Itu membuatku senang, setidaknya untuk saat ini.

Komentar

  1. apa-apa emang bisa jadi romantis kalau dilihat dari lantai atas pondok solina.

    sperti yang biasa aku katakan, ola.. "indahnyaa..."
    :D
    hehe...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




Benang Kusut

Menjalani hidup menguntai benang kusut, mencoba menulusuri setiap inci agar bisa di gulung dengan rapi. Namun perasaan sedih datang merasa ingin mengganti, lelah memperbaiki. Komentar datang silih berganti, menusuk hati, memecah hari, menjadikan lari sebagai pengganti, menepi..
Tapi hati tak bisa dibohongi, tak bisa pergi. Cukup kutub-kutub kusut yang di pangkas pergi, dan benang bisa disambung lagi. 
Tak ada yang hilang cuma sejenak menepi, tak ada yang hancur cuma sedikit lelah, tak ada yang pecah berpisah cuma sedikit jenuh dan membuat jarak. 
Pada akhirnya diri akan mengarah sendiri kepada hati dimana ia seharusnya pulang.  Tak ada yang salah pada takdir, tak ada yang salah dengan perasaan, kita hanya terlalu masuk dalam labirin pikiran yang membingungkan. 
 Gulung lagi yang rapi sambungan demi sambungan itu. Sederhanakan saja katanya,,

Terinspirasi Hatimu