Langsung ke konten utama

Almost Lost

Ragu-ragu...Sepertinya hal ini sangat menonjol pada diriku. Inilah yang membuat aku belum mampu tegas kepada orang lain. Aku lebih suka berada pada titik aman jika di luar rumah. Tapi kali ini aku rasa bukan titik aman. I think it's the right way.

Siapa yang tidak suka mempunyai teman??? Ya...Aku suka. Aku suka punya banyak teman, no matter who they are. Mau darah merah, darah biru, dari langit ataupun dari perut bumi sekalipun. 

Namun ada satu bagian yang tidak aku sukai. I almost lost my friend because friend of mine. Mungkin benar orang bilang hidup ini pilihan, kita tidak bisa memiliki semuanya. Tapi menurut ku sangat tidak bijak jika memutuskan hubungan pertemanan dengan orang lain hanya karena hal sepele. Hanya karena dia berbeda, tidak sama, kurang persis, tidak sejalan atau apalah namanya. 

Sekarang aku memilih untuk tidak membenci bahkan menyesali bagian ini. Aku yakin dengan jalan yang kulalui, tapi bukan berati juga aku tidak mau tahu dengan pendapat orang. Saat ini aku bahagia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




Benang Kusut

Menjalani hidup menguntai benang kusut, mencoba menulusuri setiap inci agar bisa di gulung dengan rapi. Namun perasaan sedih datang merasa ingin mengganti, lelah memperbaiki. Komentar datang silih berganti, menusuk hati, memecah hari, menjadikan lari sebagai pengganti, menepi..
Tapi hati tak bisa dibohongi, tak bisa pergi. Cukup kutub-kutub kusut yang di pangkas pergi, dan benang bisa disambung lagi. 
Tak ada yang hilang cuma sejenak menepi, tak ada yang hancur cuma sedikit lelah, tak ada yang pecah berpisah cuma sedikit jenuh dan membuat jarak. 
Pada akhirnya diri akan mengarah sendiri kepada hati dimana ia seharusnya pulang.  Tak ada yang salah pada takdir, tak ada yang salah dengan perasaan, kita hanya terlalu masuk dalam labirin pikiran yang membingungkan. 
 Gulung lagi yang rapi sambungan demi sambungan itu. Sederhanakan saja katanya,,

Terinspirasi Hatimu