Langsung ke konten utama

Road to Sirahan

Akhirnya kemaren dimulai perjalanan pertama ke lokasi lahar dingin. Aku, Achi dan Windi berangkat bertiga karena Cece mendadak sakit dan tidak bisa ikut. Namun sepanjang perjalanan tentunya nama Cece tetap kami bawa bahkan hingga perjalanan pulang. Sesampainya di Muntilan kami dibantu oleh "teman"-nya Achi yang inisialnya mas I.W.A.N untuk menemui sekutu yang tepat untuk melakukan penelitian. Waaahhhh,,,salut lah untuk sekutunya,,,bahkan kami dikenalkan pada sekutu-sekutu lainnya.
Hal yang menarik yaitu kami bisa menginjakkan kaki di tempat Si lahar dingin itu lewat. Tak terbayangkan bagaimana saat kejadian apalagi melihat kondisi dan cerita dari warga yang melihat langsung kejadiannya. Terimakasih banyak pada semua yang telah membantu kemaren terutama warga yang menyambut kami dengan lapang dada dan teh manisnya. Bahkan kami ditawari menginap seandainya nanti dibutuhkan saat proses pengambilan data.
Special Thanks to Achionk, Winduls, Mas Iwan n Pak Hafiz...

By...viola

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.