Langsung ke konten utama

Rasa itu Bernama Rindu

Rindu itu....
Saat tidak ada lagi yang datang untuk membukakan gembok depan.
Saat tidak ada lagi yang berbaring di lantai ini. 
Tidak ada lagi yang dengan lembut membangunkan tidur yang lelap di pagi hari. 
Tidak terdengar teriakan yang menyuruk untuk segera mandi dan bersiap di pagi hari. 
Tidak ada lagi yang memaksa untuk berjalan sejauh 200 meter demi sebuah tempura. 
Tidak ada lagi pesan yang masuk meminta makanan di malam hari. 
Tapi apapun yang terjadi ia akan...
Selalu ada dalam hati 
Selalu menemani hari-hari
Selalu ada dan mengerti

You always be little sister ever...
Go and reach your dream...
Love puput...

by...viola

Komentar

  1. syair baru ku:
    SEBUAH temPURa

    sebuah tempura.


    SEBUAH tempura.

    sebuah TEMPURA.


    #hehehe..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.