Langsung ke konten utama

Namaku Ayu

Ini kali pertamaku menginjakkan kaki di kota ini. Tidak ada hal yang berbeda sebenarnya. Namun kota ini jauh dari rumah. 

Aku kemudian mulai mencari pekerjaan sambil menunggu hasil tes yang akan menentukan masa depanku di kota ini. Aku berhasil, ada panggilan. Aku pikir baguslah daripada hanya berdiam diri di rumah selama dua bulan. Pagi itu aku bersiap berangkat untuk memenuhi panggilan tersebut. Aku menyusuri kota dengan salah satu teman. "Nah,,, itu tempatnya.." kata temanku. Kemudian kami menunggu di luar karena aku memang datang kepagian hari itu. Akhirnya lima belas menit sebelum jam delapan aku mulai masuk ke ruangan kaca itu. Aaahh..ternyata kami salah tempat. Ya sudahlah, akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengisi waktu dua bulan ini. 

Aku sampai kehabisan posisi tidur. Aku melihat dan bicara tidak lebih dari lima orang saja disini. Aku tak sabar bertemu dengan teman-teman baruku. Tema-tema ini selalu mengisi pikiranku. Aku bosan...

Hari yang dinanti pun datang. Aku mulai kuliah. Aku sangat bersemangat hingga jari-jari ini aku dedikasikan untuk tugas-tugas yang ada. Apalagi saat diadakan acara outbond yang benar-benar menarik adrenalinku keluar. 

Akankah semangat ini tumbuh selamanya,,, yang jelas aku akan terus menjaganya menyala...

By...viola

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.