Langsung ke konten utama

I Love Orang Utan

Orang utan merupakan kera besar yang bebulu coklat yang hidup di hutan tropis khususnya Sumatera dan Kalimantan. Satwa pemalu ini hidup di pepohonan dan membuat sarang dari dedaunan. Oleh karena itu orang utan dibedakan menjadi dua jenis yaitu Kalimantan/Borneo (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Sumatra (Pongo abelii). Orang utan hidup pada ketinggian 500m dari permukaan laut di Kalimantan sedangkan di Sumatera bisa mencapai ketinggian 1.000m di atas permukaan laut. Orang utan Sumatera merupakan salau satu hewan endemis yang hanya ditemukan di Sumatera.

Orang utan merupakan hewan omnivora namun 90% makanannya adalah buah-buahan. Oleh karena itu populasi mereka akan semakin berkurang seiring berkurangnya hutan tropis karena berbagai sebab. Salah satunya pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Selain itu juga kebakaran hutan dan penebangan hutan baik legal maupun ilegal.

Beberapa waktu yang lalu salah seorang warga Samarinda (Republika online, Senin, 20/2) mengaku "pembantaian orang utan diabadikan melalui kamera telepon genggam dan terlihat satwa tersebut tengah sekarat. Pemberitaan terkait pembantaian orangutan yang selama ini terungkap hanya berlangsung pada 2008 hingga 2010 tidak benar sebab rekaman tentang pembantaian orangutan ini diambil sekitar April 2011".

Sangat miris sekali jika mengingat satwa ini dilindungi dan juga merupakan satwa langka yang berpopulasi besar di daerah Indonesia. Mereka terdesak oleh kelakuan manusia sendiri, perkebunan, penebangan, kebakaran. Bahkan setelah mereka terdesak mereka pun harus mati ditangan manusia itu sendiri. 

Mereka bukan hama, mereka hanya ingin hidup seperti manusia yang juga bertahan hidup setiap harinya. 

Mereka butuh makan layaknya manusia butuh makan setiap harinya.

Mereka butuh rumah layaknya manusia butuh rumah untuk berteduh. 

http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_utan
http://www.republika.co.id/berita/nasional/lingkungan

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.