Langsung ke konten utama

I Quit Galau...

Apakah salah jika seorang teman tidak mampu mendengar apa yang kita katakan. Tak mampu merasa apa yang kita rasakan. Tak mampu mengerti apa yang kita pikirkan. Yup..! tentu saja salah besar. Coba ambil cermin dan ulangi pertanyaan tersebut. Sudahkah kita melihat kembali ke dalam diri. Bagaimana dengan diri kita sendiri. Sudahkah mencoba memulai untuk berbicara, memulai untuk merasa dan memulai untuk mengerti orang lain. Namun bagaimana jika sebaliknya. Kita sudah mencoba berbicara, merasa dan mengerti. Kemudian semua itu bagaikan angin lalu baginya. Apakah ini bisa jadi alasan untuk merasa tidak nyaman dengan orang di sekiarmu. Yang tahu jawabannya hanya diri kita sendiri. Karena kita akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mengubah sekitar. Yang bisa kita lakukan adalah terus berusaha untuk mendengar, merasa dan mengerti. Dengan itu kita akan berdamai dengan diri dan akhirnya juga berdamai dengan lingkungan sekitar. Stimulus dari lingkungan itu netral dan buat apa kita menyibukkan diri untuk membuat agenda bagi oran lain. Konsentrasilah untuk membuat agenda bagi diri kita sendiri sehingga kita semakin paham pada proses hidup kita. 


Published with Blogger-droid v2.0.1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.