Langsung ke konten utama

Fractal

tiba-tiba aku memikirkan salah satu fractal yang selama ini tidak ku sadari
sepertinya selalu ada hal yang mengganggu emosi atau perasaan ku 
apabila aku akan menghadapi ujian (akademis)
mungkin dulu karena ada permasalahan di rumah
dan selalu terjadi saat aku akan ujian
tapi ternyata fractal itu tetap ada walaupun aku sekarang jauh dari rumah

aku belum bisa memahami kenapa hal itu selalu datang di saat akan ujian
mungkin semacam motivasi atau sesuatu yang membuat dinamika yang berbeda dalam hidupku
mungkin tuhan ingin menguji iman ku 
apa aku hanya cinta pada Tuhan di saat hidupku bahagia
namun sepertinya harus segera dilepaskan
dan herannya semua akan mebaik setelah ujian berlalu
haaaaahhhhh....

dan satu hal yang penting mulai saat ini aku akan melihat pengganggu itu sebagai hal yang positif
dan aku akan selalu ada cinta untuk Allah...

love...viola

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Harapan.

Harapan adalah petunjuk arah bagi impian. Pohon ini menyimpan harapan dari anak-anak PSAA Budhi Bhakti.

Semoga semua harapan anak-anak ini dikabulkan oleh Allah SWT dan mereka menjadi anak-anak yang berkarakter positif dikemudian harinya...
Published with Blogger-droid v2.0.2

Cukup aku dan Tuhan yang tau

Sebenarnya apa yang bisa kita perbuat dengan rasa...
Tuhan yang telah menciptakan dan mengendalikan rasa

Kita tidak pernah ditawari kontrak untuk mencintai atau membenci seseorang dalam hidup
Tuhan yang mengatur pertemuan, perpisahan, rasa...

Tinggal dijalani
dengan bahagia
dengan kesal
dengan ikhlas
dalam hal ini kita yang tentukan

Kau boleh membenci aku atas kecewamu
Tapi aku tak akan pernah membencimu karna kecewaku
Aku tak akan pernah menyalahkan seperti yang kau lakukan

Siapa melempar energi negatif maka ia yang akan menuai sendiri hasilnya




metafora ku di akhir tahun

perjalanan hidup bagaikan berjalan di padang rumput yang luas tanpa ada halangan apapun didepan mata, karena sesungguhnya kita sendirilah yang membuat halangan itu sendiri.  Aku telah berlari dengan nyaman di padang rumput yang luas, tapi tiba-tiba muncul tembok yang besar didepanku. Walaupun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tetap bersemangat dan yakin bisa menembusnya. Namun akhirnya aku hanya bisa lewat disamping tembok itu untuk terus berlari ke arah cahaya yang terang. Aku tak mampu menghancurkan penghalang itu, tak mampu menyakitinya.